Besarnya debit air yang masuk ke dalam front penambangan merupakan kendala yang harus dihadapi pada musim hujan, dikarenakan dapat mengakibatkan genangan air pada lantai dasar tambang sehingga produksi terhambat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknis sistem penyaliran yang layak dan aman guna kelancaran kegiatan produksi pada lokasi penambangan, pengaruh air limpasan terhadap lokasi penambangan dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi sistem drainase konvesional. Dari hasil pengamatan dan perhitungan total debit air yang masuk ke sump sekitar 55287,36 m3/hari dengan luas daerah pengaruh 51111 m2 dan intensitas curah hujan 682,5 mm/jam. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pengaruh air limpasan terhadap kegiatan penambangan mengakibatkan produksi menurun, berdasarkan penelitian di lapangan rencana sistem drainase dititik beratkan pada air permukaan yang berasal dari air hujan, intensitas curah hujan rata – rata pada lokasi penambangan adalah 170,625 mm/jam dan diperoleh debit air limpasan sebesar 0,6399 m3/ dtk dengan menggunakan metode rasional, faktor-faktor yang mempengaruhi sistem drainase konvesional adalah sistem penambangan, keadaan topografi daerah penambangan, curah hujan rencana, periode ulang hujan, intensitas curah hujan, dan catchmen area.
Copyrights © 2020