Penjaga bisa jadi perantara penularan diare pada balita, penjaga dalam hal ini bisa berupa orang tua (ibu), nenek maupun pembantu, sebab Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang masih kurang ialah kerutinan cuci tangan saat sebelum menjaga serta mempersiapkan seluruh keperluan balita.Tidak hanya sebab kebisaan cuci tangan penjaga yang masih kurang, bersumber pada riset pendahuluan yang dicoba terhadap ibu yang mempunyai balita pernah hadapi diare menampilkan kalau pengetahuan mereka tentang diare masih rendah. Pengetahuan ibu tentang kebersihan anak maupun kebersihan lingkungan memegang peranan penting pada tumbuh kembang anak baik fisik maupun psikisnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya hubungan pengetahuan ibu tentang cuci tangan pakai sabun dengan kejadian diare pada balita. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 195 ibu dan sampel dalam penelitian ini sebanyak 54 ibu dengan teknik Accidental Sampling. Berdasarkan uji statistik dengan bantuan program SPSS diperoleh hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan pengetahuan ibu tentang cuci tangan pakai sabun dengan kejadian diare pada balita diperoleh 9,632 dengan p value sebesar 0,002 nilai p value lebih kecil dari 0,05 (0,002 < 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini ada hubungan antara pengetahuan ibu tentang cuci tangan pakai sabun dengan kejadian diare pada balita di Puskesmas Bantimala Kabupaten Pangkep tahun 2021. Sebagai saran perlu diupayakan kegiatan penyuluhan secara terĀprogram dan continu dalam mewujudkan perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) di masyarakat, terutama bagi para Ibu di daerah Puskesmas Bantimala, Kabupaten Pangkep.
Copyrights © 2021