Latar belakang: Stomatitis Aftosa Rekuren (SAR) merupakan penyakit rongga mulut kronik yang berulang dengan etiopatogenesis yang belum diketahui pasti dan modalitas perawatan yang bermacam-macam. Tujuan: membahas penatalaksanaan pasien dengan SAR dan penyakit saluran pencernaan berkaitan dengan Helicobacter pylori. Kasus: pasien perempuan usia 19 tahun mengalami ulser berulang tiga kali dalam sebulan selama 2 tahun lalu dengan riwayat keluarga disangkal. Pasien menderita gastritis kronik yang disebabkan oleh Helicobacter pylori. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan nilai Hb dan MCV yang normal, MCH dan MCHC yang rendah, nilai leukosit yang tinggi. Pemeriksaan intraoral kunjungan pertama ditemukan ulser-ulser bulat, batas kemerahan, dasar kekuningan, ukuran kurang dari 10 mm di mukosa bukal dan 1 mm di mukosa labial bawah. Seminggu kemudian, ulser-ulser ini sembuh namun timbul ulser baru di gingiva dan mukosa bukal kiri. Diagnosis klinis lesi ini adalah SAR minor. Penatalaksanaan Kasus: setelah pemeriksaan dan konsultasi dengan dokter ahli gastroenterologi, instruksi meningkatkan kebersihan mulut untuk menghilangkan H.pylori dan mencegah reinfeksi, berkumur Klorheksidin glukonat 0,2%2x sehari. Obat kumur Tetrasiklin 3x sehari selama 3 hari dan multivitamin mengandung vitamin B1,B6 dan B12 peroral selama 10 hari. Kesimpulan: faktor predisposisi terjadinya SAR harus ditentukan untuk mengurangi rekurensi SAR. Eliminasi Helicobacter pylori akan meningkatkan penyembuhan SAR.
Copyrights © 2017