Suar Betang
Vol 16, No 2 (2021): Desember 2021

Bentuk dan Makna Ungkapan Fatis dalam Bahasa Dayak Ngaju

Muston Sitohang (Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah)



Article Info

Publish Date
08 Dec 2021

Abstract

This article discussed forms and meanings of phatic in the Ngaju Dayak language. The data was obtained by recording technique. The findings of this study indicated that in the Ngaju Dayak language of Central Kalimantan, phatic expressions are delivered verbally. In general, phatic expressions in the Ngaju Dayak are in particles and words. Based on interviews with natives, there are several phatic expressions in the Ngaju Dayak. Some of the phatices found were in the form of particles bah, beh, bei, boh, ceh, ces, cih, cuh, duh, has, hey, hi and ih. Fatices in the form of words are akayah (-lah), and akuy. The phatic meaning of the particle is to show (1) sense of wonder, (2) annoyance, (3) amazement, (4) anger, (5) disappointment, (6) disgust, (7) condescension, (8) welcome, (9) affirmation, and (10) rebuke. While the meaning of phatic in the form of words are to express (1) pain, (2) awe, (3) joy, and (4) affirmation. The research also showed that some phatics in the Ngaju Dayak language are in positive communication, some of them actually have the meaning of demeaning, rebuking, and feeling angry.AbstrakArtikel ini membahas bentuk dan makna fatis dalam bahasa Dayak Ngaju. Data diperoleh dengan teknik rekam catat dan selanjutnya dideskripsikan bentuk dan maknanya. Temuan penelitian ini menunjukkan ungkapan fatis disampaikan secara verbal oleh penutur bahasa Dayak Ngaju Kalimantan Tengah. Pada umumnya ungkapan fatis dalam bahasa Dayak Ngaju berupa partikel dan kata. Berdasarkan wawancara dengan penutur, terdapat beberapa ungkapan fatis dalam bahasa Dayak Ngaju. Beberapa fatis yang ditemukan berbentuk partikel, yaitu bah, beh, bei, boh, ceh, ces, cih, cuh, duh, has, hei, hi, dan ih. Berbentuk kata, yaitu akayah (-lah) dan akui. Makna fatis berupa partikel menunjukkan (1) rasa heran, (2) rasa jengkel, (3) rasa takjub, (4) rasa geram, (5) rasa kecewa, (6) rasa jijik, (7) merendahkan, (8) mempersilakan, (9)  penegasan, dan (10) hardikan. Fatis berupa kata mengungkapkan (1) rasa sakit, (2) rasa kagum, (3) rasa gembira, dan (4) penegasan. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa beberapa fatis dalam bahasa Dayak Ngaju digunakan tidak untuk membangun komunikasi yang positif, beberapa fatis tersebut justru mempunyai makna merendahkan, hardikan, dan rasa geram.

Copyrights © 2021






Journal Info

Abbrev

BETANG

Publisher

Subject

Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

SUAR BETANG is a journal that publishes articles in the study of literature, linguistics, and language teaching. This journal will be consumed by litterateur, linguists, researchers, university lecturers in language teaching, students in linguistics, language teachers, journalists, and other ...