Tulisan ini mengkaji kata libảs dalam Al-Qur’an berbasis kontemporer. Adapun permasalahan pokoknya adalah apa saja makna kata al-Libảs secara kontemporer di dalam Al-Qur’an. Hal yang demikian ini karena dilatarbelakangi oleh penafsiran-penafsiran klasik sebelumnya hanya menyebutkan makna al-Libảs pakaian saja. Untuk menjawab pernyataan tersebut, penulis menggunakan metode deskriptif-analitis. Metode deskriptif dimaksudkan untuk mengurai makna kata al-libảs yang terdapat di dalam kamus dan Al-Qur’an, dengan mengumpulkan dan mengidentifikasi ayat-ayat tentang al-Libảs. Sedangkan metode analitis dimaksudkan untuk menganalisa bentuk variasi dan perbedaan makna dari pengertian yang menunjukkan arti pakaian. Hasil dari penelitian ini adalah: Pertama, kata al-Libảs di dalam Al-Qur’an memiliki Fungsi Pakaian sebagai Penutup (Aurat), dalam fungsinya sebagai penutup, tentunya pakaian menutupi segala yang tidak boleh diperlihatkan oleh pemakai. Kedua, pakaian mempunyai fungsi sebagai Perhiasan salah satu yang harus digarisbawahi adalah selama perhiasaan tersebut tidak menimbulkan rangsangan berahi dari yang melihatnya. Ketiga pakaian berfungsi sebagai perlindungan (ketakwaan)pakaian justru bisa memberikan pengaruh psikologis bagi pemakainya untuk senantiasa taat kepada-Nya dan memberikan nilai-nilai moral kepada orang yang melihatnya. Keempat, kata Libâs adalah pasangan suami istri yang diibaratkan pakaian, karena keduanya saling membutuhkan, melindungi, dan merasakan kenikmatan dalam hubungan seksual.
Copyrights © 2021