Nyamuk Aedes aegypti adalah vektor utama demam berdarah. Aedes aegypti ditemukan di daerah tropis termasuk Indonesia. Pemberian insektisida kimia berulang kali pada serangga dapat menyebabkan resistensi dan penggunaannya dapat menimbulkan bahaya bagi manusia dan lingkungan. Solusinya dapat dicapai dengan menggunakan bahan alam berbasis bioinsektisida dengan menggunakan serbuk biji pepaya (Carica papaya). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efektivitas dengan variasi konsentrasi dan waktu menggunakan serbuk biji pepaya sebagai larvasida. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan pendekatan post test only group design. Penelitian ini dilakukan dengan perbedaan konsentrasi dan waktu pengamatan serbuk biji pepaya dengan 7 perlakuan dan 4 ulangan. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium STIKes Fort De Kock Bukittinggi pada Juni 2019. Dari hasil pengujian diketahui angka mortalitas larva Aedes aegypti sebanyak 25 larva yang mati dengan pemberian serbuk biji pepaya konsentrasi 1 gram selama 18 jam. Dengan angka probit Lc50 yaitu 1,393 gram dan LC99 1,589 serbuk biji pepaya. Dapat disimpulkan dari hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar konsentrasi maka lama waktu pengamatan maka semakin tinggi angka kematian larva Aedes aegypti. Diharapkan penggunaan serbuk biji pepaya sebagai larvasida alami dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Copyrights © 2021