Pengguna bahasa Arab tidak terbatas hanya pada pengungkapan bahasa sederhana dalam memproduksi suatu teks, namun terkadang juga menggunakan variasi-variasi tertentu dalam ilmu balaghah sehingga menjadi menarik dan tentunya mengamdung bias makna yang mendalam dalam setiap pilihan katanya. Di antara pembahasan pokok ilmu balaghah adalah pembahasan tentang isti’arah yang merupakan bagian dari majaz lughawi. Penelitin ini mengkaji kitab Simthu al-Durar yang berisi tentang sejarah hidup Rasulullah saw. dalam bentuk syair yang kemudian dianalisis menggunakan teori isti’arah dalam ilmu balaghah. Penulis menyimpulkan bahwa kasidah Simthu al-Durar banyak mengandung makna majazi yang digunakan untuk memperindah gaya bahasa. Penulis juga menyebutkan macam-macamnya, seperti isti’arah tashrihiyah, makaniyah, ashliyah, tab’iyah, murasyahah, mujarradah, dan mutlaqah.
Copyrights © 2020