ABSTRACT: Technology evolve so rapidly, making the birth of a variety of New Media based on the Internet. New media such as Website, Social Media more and more popping up. New Media should be a positive thing, many traditional media are flocking to create new media or change their media into online media based on the Website. It facilitates the public in finding information anytime anywhere, not limited time and space. Online Media coverage can quickly spread through Social Media as well as through instant messaging services. New Media also changes readers who previously could only enjoy news, can now collaborate or even make a media. It becomes a problem when everyone can create media and pass information through media. Messages or information conveyed are sometimes not in accordance with the real thing or intentionally to make and deliver fake news commonly called Hoax. Hoax are even produced intentionally for the benefit of groups or certain people, Hoax news makes the media as public space contaminated, Habermas calls it Refeudalization, namely that certain groups intervene into the public sphere, in the end the society becomes victims of Hoaxes coverage. To answer this problem it is necessary to create a media that contains a collection of news of the Hoax with the aim of being a place to clarify news so that the public will not become a victim of Hoax reporting. ABSTRAKSI: Perkembangan teknologi yang begitu pesat, membuat lahirnya bermacam-macam media baru (New Media) yang berbasis Internet. New media seperti Website, Social Media semakin banyak bermunculan. New Media seharusnya bisa menjadi hal yang positif, banyak media traditional yang berbondong-bondong membuat media baru atau merubah medianya menjadi media online yang berbasis Website. Hal itu memudahkan masyarakat dalam mencari informasi bisa kapan saja di mana saja, tidak terbatas waktu dan ruang. Sebuah pemberitaan Media Online bisa cepat menyebar melalui Social Media dan juga melalui layanan pesan instant (messenger).New Media juga merubah pembaca yang tadinya hanya bisa menikmati sajian berita, kini bisa berkolaborasi atau bahkan membuat sebuah media.Hal tersebut menjadi masalah ketika semua orang bisa membuat media dan menyampaikan informasi melalui medianya. Pesan atau informasi yang disampaikan kadang tidak sesuai dengan hal yang sebenarnya atau sengaja untuk membuat dan menyampaikan berita-berita palsu yang biasa disebut Hoax. Hoax bahkan diproduksi dengan sengaja untuk kepentingan kelompok atau orang-orang terentu, pemberitaan Hoax membuat media sebagai ruang publik tercemari atau terkontaminasi, Habermas menyebut itu dengan Refodalisasi yaitu bahwa negara dan kelompok-kelompok tertentu melakukan intervensi ke dalam ruang publik, pada akhirnya masyarakatlah yang menjadi korban pemberitaan Hoax. Untuk menjawab permasalahan ini perlu dibuat sebuah media yang berisi kumpulan berita-berita Hoax dengan tujuan sebagai tempat melakukan klarifikasi terhadap sebuah pemberitaan agar masyarakat tidak menjadi korban pemberitaan Hoax. Kata kunci: Website, Hoax, Kualitas Pesan, Ruang Publik
Copyrights © 2018