Abstrak –Data processing of seasonal resident is a main activity carried out by the village administration in Blahkiuh on an ongoing basis. The current system are often finds difficulties when conducting data collection, searching resident data and making seasonal resident reports. Manual resident registration process also causes damage and loss of data due to storage media only in the form of physical documents. This conventional system causes data collection from seasonal resident activities in Blahkiuh village to be less effective and efficient. This study aims to produce a faster, more effective and efficient seasonal resident data information system in Blahkiuh village. This system has 2 access rights, namely as citizens and administrators. The collection of data used is the method of observation and interviews. The Seasonal Resident Information System is expected to help facilitate residents in registering so that village administrators will be faster, more effective and efficient at work. The results of this study are to facilitate villages in the process of managing seasonal population data, search, periodic reporting on resident numbers and print seasonal residents cards. In its implementation, the level of acceptance of information systems can be measured using one of the theoretical approaches that can describe the level of acceptance of technology, namely the Technology Acceptance Model (TAM). Through TAM, it can be understood that the reactions and perceptions of users of technology can influence their attitude towards technology acceptance.Keywords: KIPEM, Banjar Delodpasar, Information System, Technology Acceptance Model Abstrak – Pengolahan data penduduk musiman merupakan suatu kegiatan utama yang dilakukan oleh pemerintahan desa blahkiuh secara berkesinambungan. System yang berjalan saat ini masih sering menemukan kesulitan pada saat melakukan pendataan, pencarian data penduduk dan membuat laporan penduduk musiman. Proses pendataan penduduk yang dilakukan secara manual juga menyebabkan terjadinya kerusakan dan kehilangan data akibat dari media penyimpanan hanya dalam bentuk dokumen fisik. System konvensional ini menyebabkan kegiatan pendataan penduduk musiman di desa blahkiuh menjadi kurang efektif dan efesien. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan sebuah sistem informasi pendataan penduduk musiman yang lebih cepat, efektif dan efisien di desa blahkiuh. Sistem ini memiliki 2 hak akses yaitu sebagai warga dan administrator. Sistem Informasi Penduduk Musiman ini diharapkan dapat membantu memudahkan warga dalam mendaftar kipem sehingga pengurus desa akan lebih cepat, efektif dan efisien dalam bekerja. Hasil dari penelitian ini adalah mempermudah pihak desa dalam proses pengelolaan data penduduk musiman, pencarian, pembuatan laporan tentang jumlah penduduk musiman secara periodik dan cetak kartu tanda penduduk musiman. Di dalam implementasinya tingkat penerimaan sistem informasi kipem banjar dapat diukur dengan menggunakan salah satu pendekatan teori yang dapat menggambarkan tingkat penerimaan terhadap teknologi yaitu Technology Acceptance Model (TAM). Melalui TAM, dapat dipahami bahwa reaksi dan persepsi dari pengguna terhadap teknologi dapat mempengaruhi sikapnya dalam penerimaan teknologi.Kata kunci : KIPEM, Banjar Delodpasar, Sistem Informasi, Technology Acceptance Model
Copyrights © 2018