World Health Organization (WHO) menyatakan penyakit virus Corona-19 sebagai global pandemi. Perencanaan dan pengadaan persediaan obat di instalasi farmasi harus dilakukan secara baik agar rumah sakit terhindar dari masalah kehabisan persediaan obat di gudang farmasi. Penelitian ini melihat penerapan strategi pengendalian persediaan obat di Rumah Sakit dengan menerapkan kombinasi metode ABC, metode konsumsi, dan metode epidemiologi. Pengambilan data dilakukan dari bulan Januari - Juli 2021. Data yang digunakan pada penelitian ini bersumber dari data sekunder. Dilakukan pengelompokan obat dengan menggunakan Metode ABC ke dalam 3 kelompok, yaitu kelompok A untuk persentase 0 - 70%, kelompok B untuk persentase > 70 - 90%, dan kelompok C untuk persentase > 90 - 100%. Hasil analisis ABC yang dilakukan untuk RSUD Bali Mandara Bulan Januari - Juli tahun 2021 diperoleh obat kelompok A sebanyak 38 item (17,43%), kelompok B sebanyak 43 item (19,72%), dan kelompok C sebanyak 137 item (62,84 %). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perencanaan dan pengadaan dengan menggunakan metode ABC, metode konsumsi dan metode epidemiologi cukup efektif untuk mengatasi kekosongan obat Covid-19 dan obat untuk gejala penyertanya.
Copyrights © 2022