Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai heterosis dan heritabilitas karakter pertumbuhan dan daya hasil lateks beberapa genotipe hasil persilangan klon RRIM 600 X PN 1546. Sebanyak 25 genotipe dan dua tetua ditanam di Kebun Percobaan, Balai Penelitian Sungei Putih yang berada di Kabupaten Deli Serdang pada tahun 2008 dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) non faktorial dan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa genotipe G689, G541, dan G875 memiliki ukuran lilit batang tanaman umur 4 tahun (TBM 4) paling tinggi, yaitu 53,78 cm, 51,33 cm, dan 51,28 cm dengan rata-rata pertambahan lilit batang tanaman per tahun masing-masing genotipe sebesar 14,96 cm, 14,11 cm, dan 14,46 cm. Genotipe G776 dan G577 memiliki hasil lateks paling tinggi yaitu 35,10 g/p/s dan35,19 g/p/s. Berdasarkan hasil analisis heterosis menunjukkan bahwa karakter pertumbuhan lilit batang pada genotipe G689, G451, dan G875 memiliki heterosis bernilai positif, sedangkan pada karakter daya hasil nilai heterosis bernilai positif terdapat pada genotipe G689, G776, G518, G576, G577, G571, G876, G874, dan G875. Berdasarkan nilai heritabilitas (h2), karakter lilit batang tanaman, pertambahan lilit batang tanaman, dan hasil lateks memiliki nilai heritabilitas tergolong tinggi yaitu 0,75, 0,63 dan 0,82. Nilai h2 tergolong tinggi tersebut menunjukkan bahwa karakter-karakter tersebut sangat dipengaruhi oleh faktor genetik dibandingkan dengan faktor lingkungan.
Copyrights © 2021