Jurnal Invensi (Jurnal Penciptaan dan Pengkajian Seni)
Vol 6, No 2 (2021): Desember 2021

Fungsi Tortor Somba-somba dalam Upacara Perkawinan Adat Batak di Yogyakarta

Desy Wulan Pita Sari Damanik (Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta Jalan Suryodiningratan No. 8, Yogyakarta-55143)



Article Info

Publish Date
16 Dec 2021

Abstract

ABSTRAKTortor somba-somba adalah tarian untuk menyambut hula-hula pada bagian panomu-nomu dalam salah satu rangkaian upacara perkawinan adat Batak. Suku Batak di Yogyakarta kurang lebih ratusan kepala rumah tangga. Hal ini ditandai oleh berdirinya rumah ibadah Batak yang disebut HKBP (Huria Kristen Batak Protestan) di Yogyakarta. Tulisan ini merupakan penelitian kualitatif menggunakan pendekatan sosiologi. Fungsi sebagai kenyataan sosial yang harus dicari dalam hubungannya dengan tujuan sosial. Pendekatan sosiologi yang digunakan untuk mengetahui bagaimana fungsi Tari Tortor Somba-somba sebagai media permohonan doa dalam perkawinan adat Batak di Yogyakarta. Dengan menggunakan referensi dari buku Y. Sumandiyo Hadi yang berjudul Sosiologi Tari. Fungsi tortor somba-somba dalam upacara perkawinan adat Batak di Yogyakarta adalah suatu cerminan dari masyarakat yang religius dan menjaga identitas budaya Batak di Yogyakarta. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan Tari Tortor Somba-somba pada proses upacara perkawinan adat Batak di Yogyakarta. Perkawinan adat Batak merupakan perkawinan yang sangat sakral bagi masyarakat Batak, yang berfungsi sebagai media permohonan doa kepada opung mula jadi na bolon atau Tuhan untuk memberikan pemberkatan kepada pengantin di dalam berumah tangga melalui gerakan tangan dan jari-jari yang melambangkan pemberkatan. The Function of Tortor Somba-Somba in a Traditional Batak Wedding Ceremony in Yogyakarta ABSTRACT Tortor somba-somba is a dance to welcome Hula-hula in the panomu-nomu part of a series of traditional Batak wedding ceremonies. The Batak tribe in Yogyakarta has approximately hundreds of household heads. This was marked by the establishment of a Batak house of worship called HKBP (Huria Kristen Batak Protestant) in Yogyakarta. This paper is qualitative research using a sociological approach. Function as a social reality to be sought in relation to social goals. The sociological approach used is to find out how the function of the Tortor somba-somba dance as a medium for prayer requests in traditional Batak marriages in Yogyakarta. By using references from Y. Sumandiyo Hadi's book with a book entitled dance sociology. The function of Tortor somba-somba in the traditional Batak wedding ceremony in Yogyakarta reflects a religious society and maintains a Batak cultural identity in Yogyakarta. The purpose of this study was to analyze and describe the Tortor Somba-somba dance in the traditional Batak wedding ceremony in Yogyakarta. Batak traditional marriage is a very sacred marriage for the Batak community, which functions as a medium for prayer requests to opung mula so na bolon or God to give a blessing to the bride and groom in the household through hand and finger movements that symbolize the blessing.

Copyrights © 2021






Journal Info

Abbrev

invensi

Publisher

Subject

Arts Humanities Education

Description

INVENSI adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Penciptaan dan Pengkajian Seni, Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta, dengan frekuensi terbit dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember. Jurnal INVENSI memuat semua tulisan yang berobjek materi seni, baik seni ...