Relasi sastra dan politik terlihat jelas pada periode kekuasaan pemerintahan Dinasti Umayyah, politik sangat mendominasi perkembangan sastra khususnya puisi. Hal ini disebabkan oleh pergolakan dan kecenderungan politik yang lebih mendominasi kehidupan masyarakatnya. Seiring dengan munculnya faksi atau sekte politik, muncul pula para penyair yang mendukung beberapa sekte politik. Setiap penyair tidak terlepas dari fungsi politis, mereka setia mendukung sekte atau partai politiknya, baik secara terang-terangan maupun secara sembunyi-sembunyi. Bahkan ada juga yang harus berlaku munafik dengan mengatakan sesuatu yang tidak diyakini, menentang perasaan sendiri demi penguasa dan keselamatan, atau demi mengharapkan imbalan dari para khalifah.
Copyrights © 2017