Abstrak: Dalam satu dekade terakhir, pembangunan kawasan hunian baru di Desa Tohudan meningkat, baik yang dilakukan oleh pengembang perumahan maupun masyarakat secara mandiri. Praktik konstruksi yang dilakukan masyarakat secara mandiri seringkali tidak melibatkan tenaga ahli konstruksi melainkan hanya tenaga terampil (pemborong, mandor, tukang, dsb). Kondisi ini diperparah dengan minimnya pengetahuan masyarakat mengenai persyaratan teknis yang harus dipenuhi agar bangunan aman terhadap gempa. Untuk itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bagaimana melaksanakan praktik konstruksi yang baik sesuai dengan standar teknis yang berlaku. Kegiatan ini dilaksanakan bersama mitra pemerintah Desa Tohudan melalui penyuluhan dan dibagi dalam tiga tahap yaitu identifikasi permasalahan mitra, persiapan, dan pelaksanaan. Kegiatan ini diikuti oleh 14 peserta dengan nilai rerata pre-test 26 (rentang nilai 10-40) dan nilai rerata post-test 66 (rentang nilai 50-100). Terlihat bahwa kegiatan ini berdampak pada peningkatan pemahaman masyarakat mengenai bagaimana membangun rumah yang aman terhadap gempa. Lebih lanjut, dengan berbekal pengetahuan yang diperoleh dari kegiatan ini dan terlaksananya praktik konstruksi yang baik sesuai dengan standar teknis yang berlaku, dapat mendorong terwujudnya resiliensi masyarakat terhadap bencana gempa bumi.Abstract: In the last decade, new residential area construction in Tohudan Village has increased, carried out by property developers or community independently. Construction practices carried out by the community independently often do not involve construction experts but only skilled workers (contractors, foremen, builders, etc.). This condition is exacerbated by the lack of public knowledge of the technical requirements that must be met so that buildings are safe against earthquakes. For this reason, this community service activity is carried out to educate the community on how to implement good construction practices under applicable technical standards. This activity was carried out with the Tohudan Village government through counselling and was divided into three stages: identification of partner problems, preparation, and implementation. This activity was attended by 14 participants with a pre-test mean score of 26 (range 10-40) and a post-test mean score of 66 (range 50-100). It can be seen that this activity has an impact on increasing public understanding of how to build earthquake-safe houses. Furthermore, armed with the knowledge gained from this activity and the implementation of good construction practices under applicable technical standards, it can encourage the realization of community resilience to earthquake disasters.
Copyrights © 2021