Jurnal Ilmiah Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf
Vol 6 No 1 (2020): JURNAL ILMIAH SPIRITUALIS

TRANSFORMASI SANTRI PASCA 1965

Bayu Fermadi (Unknown)



Article Info

Publish Date
26 Aug 2020

Abstract

Sebelum kemerdekaan, santri, kyai dan seluruh elemen masyarakat bersatu padu untuk melawan penjajah. Namun setelah merdeka, mereka sedikit banyak dibenturkan oleh kepentingan politik dalam negeri. Tulisan singkat ini akan membahas tentang transformasi santri pasca tahun 1965 dari segi budaya, agama dan politik di wilayah Pare, Kediri. Kesimpulan artikel ini adalah munculnya pemberontakan di Madiun yang dilakukan oleh PKI menjadi cikal bakal persatuan para santri disebabkan perseteruan idiologi antara keduanya. Untuk memperkuat solidaritas umat Islam, akhirnya didirikan banyak pesantren di Kediri sebagai penangkal kekuatan Abangan dan kristenisasi. Lambat laun, banyaknya jumlah pesantren sedikit banyak mengalami gesekan. Pesantren yang melahirkan alumni di desa-desa membuat mereka saling berkompetisi dan ingin menunjukkan jati diri masing-masing. Gesekan antar santri cukup terasa terutama dalam masalah politik. Sebab pondok pesantren merupakan lahan empuk untuk meraih suara santrinya. Meskipun saat ini, pengaruh pesantren dalam persoalan politik tidak terlalu signifikan. Sedangkan identitas Abangan akhir-akhir ini sudah sulit ditemukan karena pada umumnya label Abangan tersebut merupakan citra negatif.

Copyrights © 2020






Journal Info

Abbrev

spiritualis

Publisher

Subject

Religion

Description

The Jurnal Ilmiah Spritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf, published two times (March and September) a year since 2018, is a peer-reviewed journal and furnishes an international scholarly forum for research on Sufism, Tariqa, Islamic Philosophy, Islamic Theology, and Islamic Thought. Taking ...