ABSTRAK Latar Belakang: infeksi masih merupakan penyebab tingginya angka kesakitan dan kematian di dunia. Salah satunya adalah infeksi nosokomial. Infeksi ini menyebabkan, 1,4 juta kematian setiap hari di seluruh Indonesia. Infeksi nosokomial diartikan sebagai infeksi yang diperoleh seseorang selama di rumah sakit. Di DKI Jakarta tahun 2004 9,8% pasien rawat inap mendapat infeksi nosokomial. RSUD Masohi rumah sakit Pemkab Maluku Tengah yang sementara melakukan pembenahan system pelayanan maupun sarana prasarana. Sehingga data infeksi nosokomial tidak terlaporkan sehingga sulit untuk mendeteksi kejadiannya sampai saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan manajemen perawatan pasien total care dengan kejadian infeksi nosokomial di ruang ICU RSUD Masohi tahun 2016 dengan Metode descriptive correlation menggunakan pendekatan croos sectional. Sampel adalah semua perawat yang bekerja di ruang ICU RSUD Masohi yaitu 15 orang. Menggunakan analisis non parametrik RankSpearman Hasil: Pada variable planning katagori baik 80%, kurang baik 20%, organisasi kategori baik 86,7%, kurang baik 13,3%, ketenagaan kategori baik 26,7%, kurang baik 73,3%, pengarahan kategori baik 53,3%, kurang baik 46,7% , pengawasan kategori baik 33,3%, kurang baik 66,7%, tindakan invasif kategori infeksi 20%, tidak infeksi 80% dan tindakan non invasif kategori infeksi 40% dan tidak infeksi 60%. Kesimpulan: Tidak ada hubungan signifikan antara planning, organisasi, pengawasan dengan infeksi nosokomial akibat tindakan invasif, dan ada hubungan signifikan antara ketenagaan, pengarahan dengan infeksi nosokomial akibat tindakan invasif serta tidak ada hubungan signifikan antara planning, organisasi, ketenagaan, pengarahan, pengawasan dengan infeksi nosokomial akibat tindakan non invasif. Kata Kunci: Manejemen, total care, infeksi nosokomial
Copyrights © 2017