Abstrak Persalinan yang tidak dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan yang memadai merupakan salah satu faktor penyebab tingginya angka kematian ibu. Pemanfaatan persalinan di fasilitas pelayanan kesehatan oleh wanita di Indonesia menunjukkan variasi antarprovinsi yang diduga dipengaruhi oleh faktor kontekstual regional yang melekat pada tiap-tiap provinsi. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari hubungan antara aksesibilitas terhadap prasarana kesehatan di suatu wilayah dengan pemanfaatan persalinan di fasilitas pelayanan kesehatan oleh wanita di Indonesia. Metode regresi logistik multilevel digunakan untuk menguji apakah faktor aksesibililitas terhadap prasarana kesehatan yang pada penelitian ini diukur dengan rata-rata jarak untuk mencapai puskesmas dengan fasilitas rawat inap terdekat dan rasio puskesmas terakreditasi per 100.000 penduduk, berasosiasi dengan pemanfaatan persalinan di fasilitas pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh wanita. Hasil penelitian ini menunjukkan pengaruh nyata karakteristik daerah tempat dimana wanita tinggal dengan pemilihan tempat persalinan di fasilitas kesehatan. Rata-rata jarak untuk mencapai puskesmas dengan fasilitas rawat inap terdekat terbukti berhubungan negatif dengan keputusan wanita untuk melahirkan di fasilitas pelayanan kesehatan. Artinya, kecenderungan wanita untuk melahirkan di fasilitas pelayanan kesehatan akan menurun seiring dengan meningkatnya jarak untuk mencapai puskesmas terdekat di wilayahnya. Sementara variabel rasio puskesmas per 100.000 penduduk yang merepresentasikan ketersediaan dan aksesibilitas masyarakat terhadap fasilitas pelayanan kesehatan primer di suatu wilayah, bukanlah faktor yang signifikan memengaruhi keputusan wanita untuk melahirkan di fasilitas pelayanan kesehatan. Oleh karenanya, untuk mengurangi kesenjangan antardaerah dalam pemanfaatan persalinan di fasilitas kesehatan, intervensi kebijakan pemerintah perlu lebih diprioritaskan pada peningkatan aksesibilitas, terutama aksesibilitas secara fisik terhadap prasarana kesehatan. Abstract Delivery that has not taken place in healthcare facilities is one of the factors causing high maternal mortality rate. The institutional delivery service utilization by women in Indonesia shows variations between provinces which is allegedly influenced by contextual factors inherent in each province. This study aims to investigate the relationship between accessibility to healthcare facilities and institutional delivery service utilization by women in Indonesia. The multilevel logistic regression method was used to test whether the accessibility to healthcare facilities factors, which in this study was measured by the average distance to the nearest primary healthcare center (PHC) with inpatient facility and the ratio of accredited PHC per 100,000 population, were associated with the institutional delivery service utilization. The results of this study indicate that the characteristics of the area where women live have significant effect on woman’s choice of place of delivery. The average distance to the nearest PHC has been shown to be negatively associated with the institutional delivery service utilization. This means that the likelihood for women to give birth in healthcare facilities will decrease as the distance to the nearest PHC increases. Meanwhile, the ratio of PHC per 100,000 population, which represents the availability and accessibility of the community to primary healthcare facilities in a region, is not a significant factor in influencing women's choice of place of delivery. Therefore, to reduce disparities between regions in the institutional delivery service utilization, policy interventions need to be prioritized on increasing accessibility, especially physical accessibility to healthcare facilities.
Copyrights © 2020