Pendahuluan: Prevalensi Diabetes Melitus terus naik dari tahun ke tahun. Kurang nya kesadaran menjaga stabilitas gula darah mengakibatkan kenaikan tak terkendali resiko komplikasi seperti stroke, hipertensi, gangren, dan katarak. Self care pada penderita Diabetes Melitus di butuhkan untuk menjaga dan meningkatkan status kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Self Care dengan tingkat Kestabilan Gula Darah. Metode: Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analitic Correlational dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel sebanyak 48 responden di ambil dengan teknik Accidental Sampling. Instrumen yang digunakan adalah Summary of Diabetes Self-Care Activities (SDSCA), dan checklist. Untuk mengetahui hubungan antar variabel digunakan uji statistik Spearman Rank. Hasil: penelitian menunjukkan mayoritas responden menerapkan self care dalam tingkat sedang dan separoh responden menunjukkan tingkat kestabilan gula darah sedang. Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara tingkat self care dengan tingkat kestabilan gula darah dengan nilai ρ = 0,000, dan nilai koefisiensi 0,707. Diskusi: Untuk mencegah morbiditas dan mortalitas terkait diabetes mellitus, perawatan diri dan kontrol gula darah pasien perlu ditingkatkan. Peran dokter dan tenaga kesehatan perlu di tekankan dalam program promosi kesehatan terkait perawatan diri pasien diabetes mellitus. Kata kunci : Self care, Kestabilan Gula Darah, Diabetes Melitus
Copyrights © 2021