Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Kampung Sahaja”(Kelompok Masyarakat Pendukung Sadar Kesehatan Jiwa) Juwariah, Titik
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Latar Belakang: Gangguan jiwa di masyarakat dewasa ini cenderung meningkat Hasil Riskesdas(2018), menunjukkan adanya peningkatan proporsi gangguan jiwa yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan tahun 2013, yaitu naik dari 1,7 permil menjadi 7 permil. Di kelurahan singonegaran tercatat 28 ODGJ yang terpantau oleh puskesmas dan banyak maslah ODGJ yang sangat pelik terjadi di masyarakat.  Meskipun bukan masalah yang urgen namun gangguan jiwa perlu mendapatkan penanganan serius, Seseorang dengan gangguan jiwa akan kehilangan fungsi sosial, menjadi tidak produktif bahkan membahayakan bagi diri sendiri dan masyarakat.Tujuan: Tujuan pengabdian masyarakat  ini adalah  untuk memandirikan masyarakat dalam hal pengelolaan kesehatan jiwa di lingkunganya. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan mulai bulan mei 2019 di Kelurahan singonegaran Kota Kediri dengan  melibatkan seluruh masyarakat RW. 8 dan RW,9  lingkungan Grogol. Metode: Metode pengabdian masyarakat ini adalah pemberdayaan masyarakat dengan membentuk  “KAMPUNG SAHAJA” (kelompok masyarakat pendukung sadar kesehatan jiwa) anggotanya meliputi masyarakat RW 8 dan 9 kelurahan grogol singonegaran serta masyarakat yang berminat menjadi anggota, Pengurusnya adalah kader kesehatan jiwa di dukung oleh Team Kesehatan Jiwa Stikes ganesha Husada Kediri, Dinas Kesehatan Kota, dan puskesmas Pesantren II. Hasil: Hasil dari pengabdian ini adalah adanya peningkatan pengetahuan masyarakat tentang klesehatan jiwa sebanyak 80,7%,  adanya peningkatan pengetahuan dan kemampuan kader jiwa dalam menangani masalah kejiwaan sebesar 86, 48% , adanya peningkatan ketrampilan ODGJ dan keluarga sebanyak  90, 21 %  dan adanya peningkatan pemantauan pasien dengan gangguan jiwa dalam hal pemantauan minum obat oleh kader, dan tenaga kesehatan sebesar  96%.  Kesimpulan: Kesimpulan dalam pelaksanaan pengabdian mastyarakat ini adalah adanya  kesadaran masyarakat yang tinggi dalam penangan ODGJ di wilayah lingkungan Grogo; singonegaran. Adanya kesepakatan bersama untuk mendukung sadar sehat jiwa, organisasi yang siap menjadi penggerak masyarakat, kader kesehatan jiwa, pelatihan ketrampilan untuk ODGJ yang sudah membaik. Diharapkan melalui kampung Sahaja ini masyarakat mandiri pengelolaan kesehatan jiwa dapat berlangsung terus dan kegiatanya berkembang dari tahun ke tahun. Sehingga angka Gangguan jiwa bisa di tekan, penderita gangguan jiwa dapat lebih terkontrol dan dapat berdaya guna di lingkunganya serta produktif.
HUBUNGAN LAMA MENDERITA DENGAN KEJADIAN ULKUS DIABETIKUM PADA PENDERITA DIABETES MELITUS : RELATIONSHIP BETWEEN LENGTH OF SUFFERING AND THE INCIDENCE OF DIABETIC ULCERS IN DIABETES MELLITUS PATIENTS Wulansari, Dyah Novi; Suprayetno, Eko Dian Hadi; Juwariah, Titik
WELL BEING Vol 9 No 2 (2024): Well Being
Publisher : LPPM STIKes Bahrul Ulum Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51898/wb.v9i2.306

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang menjadi tantangan kesehatan masyarakat, memerlukan perawatan seumur hidup dengan melakukan perubahan gaya hidup sehat. Durasi mengalami DM dikaitkan dengan kejadian komplikasi. Ulkus diabetikum merupakan salah satu komplikasi jangka panjang DM. Prevalensi terjadinya penderita ulkus diabetik di Indonesia sekitar 15%, angka amputasi 30%, selain itu angka kematian 1 tahun pasca amputasi sebesar 14,8%. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui hubungan antara Lama Menderita Dengan Kejadian Ulkus Diabetikum Pada Penderita Diabetes Melitus. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua data pasien DM yang dirawat di Klinik Chania Care Center Januari-Juni  2024, yaitu sebanyak 33 orang. Teknik sampling pada penelitian ini dengan cara total sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner penelitian. Analisis data menggunakan Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar penderita Diabetes Melitusdi Klinik Chania Care Center, dengan lama menderita Diabetes Melitus 5-10 tahun yaitu 18 orang (54,5%), sebagian besar penderita Diabetes Melitus tidak mengalami ulkus diabetikum yaitu 22 orang (66,7%, dan ada 11 orang dengan ulkus diabetikum (33,3%). Hasil analisis data penelitian dengan p-value=0,018 dan r=0,407. Ada hubungan lama menderita DM dengan kejadian ulkus diabetikum
The Correlation of Pain Intensity and Sleep Quality in the Elderly Juwariah, Titik; Priyanto, Agus; Pratidina, Angga
Health Gate Vol 2, No 1 (2024): January 2024
Publisher : Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Perawat Nasional Indonesia Kota Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70111/hg2102

Abstract

AbstractIncreasing age causes the elderly to experience biological, physical, psychological and social changes, these changes affect all aspects of life, including their health, one of which is pain. Previous research has shown that as many as 50% of elderly living in the community and 45% - 80% of those living in nursing homes suffer from this problem. Pain impacts the quality of sleep. Sleep quality affects physical and psychological aspects, namely fatigue, anxiety, irritability, disturbed concentration, stress which can increase the risk of suicide. The purpose of this study was to determine the relationship between pain intensity and quality of sleep for the elderly at Tresna Wherda Social Institution Tulungagung. The research design used in this study was a correlation study with a cross sectional approach. The population in this study were all elderly people at PSTW Tulungagung in January 2023, namely 80 people. The sample size is determined by the Lameshow formula, as many as 66 people. The sampling technique in this study was by means of purposive sampling. Data collection on pain intensity used the Visual Analog Scale (VAS) questionnaire, and sleep quality used the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Data analysis using Spearman Rank. The results showed that most of the elderly had mild pain intensity (51.5%), the quality of sleep for the elderly was mostly good (80.3%), and there was a relationship between pain intensity and quality of sleep in the elderly at PSTW Tulungagung with p-value = 0.012 with a correlation coefficient = 0.309 (medium). It is hoped that the results of this research can become a source and knowledge that can add insight in dealing with elderly people with pain and sleep disorders who are in the information community and special groups.Keywords: pain intensity; sleep quality; elderly
The Relationship Between Knowledge And Adherence To a Hypertension Diet In The Elderly Juwariah, Titik; yulianto, Yoyok; Priyanto, Agus; Jayadi, Slamet
Health Gate Vol 2, No 3 (2024): July 2024
Publisher : Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Perawat Nasional Indonesia Kota Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70111/hg2305

Abstract

  Hypertension or high blood pressure is one of the non-communicable diseases caused by lifestyle. One prevention so that complications do not occur is to change lifestyle, food intake and routine blood pressure control. The purpose of this study was to determine the correlation of level knowledge and elderly hypertension diet adherence in Nganjuk Regency This research design used was correlative with a cross-sectional approach. The population was 28 hypertension elderly people who actively participated in the elderly Posyandu of Cepoko Village the sample all of 28 people as taken by total sampling. The independent variable is the level of knowledge in hypertension, the dependent variable was Elderly Hypertension Diet Adherence. Data collection was carried out using questionnaires. The data was analysed by Spearmen Rank Correlation test with an alpha of 0.05. The results of the study found that 67.86% of respondents including compliant and 32.14% non- adherence, following the hypertension diet and the results of the calculation of SPSS 25 significance value of 0.000, meaning was Ho rejected.  The conclusion of this study was there are The Correlation of Level Knowledge and Elderly Hypertension diet adherence In Nganjuk Regency For this reason, it is hoped that the increasing role of families, cadres and nurses providing health education through interesting information such as using audiovisual such as social media content will be very capable of influencing knowledge that ultimately changes behaviour and compliance with something. Keywordslevel of knowledge, diet adherence, elderly hypertension
HUBUNGAN SELF CARE DENGAN KESTABILAN GULA DARAH PASIEN DIABETES MELLITUS TYPE II Juwariah, Titik; Priyanto, Agus
coba Vol 10 No 1 (2021): Nopember 2021
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v10i1.376

Abstract

Pendahuluan: Prevalensi Diabetes Melitus terus naik dari tahun ke tahun. Kurang nya kesadaran menjaga stabilitas gula darah mengakibatkan kenaikan tak terkendali resiko komplikasi seperti stroke, hipertensi, gangren, dan katarak. Self care pada penderita Diabetes Melitus di butuhkan untuk menjaga dan meningkatkan status kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Self Care dengan tingkat Kestabilan Gula Darah. Metode: Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analitic Correlational dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel sebanyak 48 responden di ambil dengan teknik Accidental Sampling. Instrumen yang digunakan adalah Summary of Diabetes Self-Care Activities (SDSCA), dan checklist. Untuk mengetahui hubungan antar variabel digunakan uji statistik Spearman Rank. Hasil: penelitian menunjukkan mayoritas responden menerapkan self care dalam tingkat sedang dan separoh responden menunjukkan tingkat kestabilan gula darah sedang. Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara tingkat self care dengan tingkat kestabilan gula darah dengan nilai ρ = 0,000, dan nilai koefisiensi 0,707. Diskusi: Untuk mencegah morbiditas dan mortalitas terkait diabetes mellitus, perawatan diri dan kontrol gula darah pasien perlu ditingkatkan. Peran dokter dan tenaga kesehatan perlu di tekankan dalam program promosi kesehatan terkait perawatan diri pasien diabetes mellitus. Kata kunci : Self care, Kestabilan Gula Darah, Diabetes Melitus
Penerapan Teknik Mobilisasi Dini terhadap Penurunan Tingkat Nyeri pada Pasien Post Sectio Caesarea Di Rumah Sakit Jakarta Barat Damayanti, Shinta Ayu; Juwariah, Titik; Puspitosari, Dewi Retno; Santoso, Edi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.21106

Abstract

Persalinan sectio caesarea (SC) merupakan proses pembedahan untuk melahirkan janin melalui irisan pada dinding perut dan rahim. Persalinan section caesarea memiliki dampak nyeri lebih tinggi. Salah satu tindakan keperawatan untuk mengatasi nyeri pada pasien SC yaitu dengan memberikan intervensi teknik mobilisasi dini. Laporan kasus ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penerapan teknik mobilisasi dini untuk menurunkan tingkat nyeri pada pasien post partum sectio caesarea. Metode pada laporan kasus ini adalah studi kasus pada pasien post sectio caesarea karena ketidaknyamanan rasa nyeri. Teknik mobilisasi dini jari dilakukan 3 kali dalam 1 hari selama 3 hari. Instrumen yang digunakan yaitu menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Hasil laporan kasus ini menunjukkan bahwa dengan diberikan intervensi teknik mobilisasi dini selama 3 hari terjadi penurunan tingkat nyeri yang signifikan dari skala 6 menjadi skala 3. Teknik mobilisasi dini ini sebagai terapi non farmakologis yang efektif dalam standar intervensi asuhan keperawatan untuk menurunkan skala nyeri post partum sectio carearea.
Penerapan Kompres Dingin Sebagai Intervensi Menurunkan Skala Nyeri Post ORIF Proximal Femur Di Rumah Sakit Jakarta Barat Suryandana, Suryandana; Juwariah, Titik; Santoso, Edi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.21107

Abstract

Fraktur adalah kondisi tulang retak atau patah. Meskipun mampu menahan tekanan atau benturan hingga batas tertentu, tulang akan patah jika tekanannya terlalu besar. Kompres dingin dapat menjadi salah satu cara untuk menurunkan nyeri pasca operasi ORIF (Open Reduction and Internal Fixation). Kompres dingin membantu mengurangi peradangan, pembengkakan, dan nyeri dengan cara mempersempit pembuluh darah, mengurangi aliran darah ke area yang cedera, dan menurunkan sensitivitas saraf. Laporan kasus ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penerapan kompres dingin untuk menurunkan tingkat nyeri pada pasien post ORIF Proximal Femur. Metode pada laporan kasus ini adalah studi kasus pada pasien post ORIF Proximal Femur karena ketidaknyamanan rasa nyeri. Dilaukan dengan intervensi kompres dingin 2 kali dalam 1 hari selama 3 hari. Instrumen yang digunakan yaitu menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Hasil laporan kasus ini menunjukkan bahwa dengan diberikan intervensi kompres dingin selama 3 hari terjadi penurunan tingkat nyeri yang signifikan dari skala 5 menjadi skala 2. Kompres dingin ini sebagai terapi non farmakologis yang efektif dalam standar intervensi asuhan keperawatan untuk menurunkan skala nyeri post ORIF Proximal Femur.
Ecoprint Trainning for Cadres and People with Mental Disorders Families Juwariah, Titik; Widi Ashari, Denny Rakhmad; Priyanto, Agus; Wahyuningsih, Diyan; Santoso, Edi
Journal of Community Service for Health Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jcsh.v5i2.1170

Abstract

Mental disorders are health problems that affect the quality of life. The presence of People with Mental Disorders in the family affects financial capacity because destructive behavior increases the financial burden. Improving health is an investment in development through productive social and economic life. Efforts to improve health must be carried out together with increasing family economic independence. Ecoprint is a business choice because it is environmentally friendly and in demand by the community. This community service activity carries the theme of economic independence for People with Mental Disorders families by optimizing the role of cadres as drivers through Ecoprint entrepreneurship. Cadres are given entrepreneurship training, until a business unit is realized. Furthermore, cadres become the driving force for People with Mental Disorders families to be trained to make ecoprints to become a source of income. The purpose of the activity was to increase participants' knowledge and skills in making ecoprints. The activity was carried out for 2 days. The results showed an increase in participant knowledge from an average pretest of 56.7 to 82.1 posttest. There was an increase in cadre skills, the production results were 20 tote bags and 10 pieces of ecoprint cloth that were ready to be marketed. Ecoprint has great potential to be in demand by the market because it follows fashion trends and is considered environmentally friendly. Optimal support from all parties is highly expected for the smooth running of cadre assistance efforts in realizing the economic independence of People with Mental Disorders families.
Improving Maternal Health Through Pregnant Women’s Nutrition Education in Pregnancy Women’s Classes Juwariah, Titik; Santoso, Edi; Wahyuningsih, Diyan; Jaroh, Assolychatu
Journal of Community Service for Health Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jcsh.v5i1.1175

Abstract

Lack of nutrition in pregnant women can cause abortion, low birth weight (LBW), premature birth, or even stillbirth during labor. Low levels of knowledge cause mothers to not understand how to fulfill the nutritional needs of pregnant women during their pregnancy. This activity aimed to increase pregnant women's knowledge of nutrition during pregnancy. The population was 10 pregnant women in the Pregnant Women's class in Kedungbanteng village. The method of the activity was to provide education through counseling, providing leaflets, and conducting pretest and posttest evaluations. The activity was carried out on Saturday, March 22, 2024, by a service team from Stikes Ganesha Husada Kediri. The results of the study showed that education for pregnant women increased knowledge about: Healthy eating patterns for pregnant women, benefits of healthy eating patterns for pregnant women, problems related to eating patterns for pregnant women, nutritional needs for pregnant women, signs and symptoms of malnutrition in pregnant women and the impact of nutritional status on the labor process. The result showed that before education, the number of pregnant women who had good knowledge was 3 people (30%), sufficient knowledge was 2 people (20%), and poor knowledge was 5 people (50%). After the intervention, the number of pregnant women who had good knowledge was 8 people (80%), sufficient knowledge was 1 person (10%) and poor knowledge was 1 person (10%). This revealed that education through pregnancy classes needs to be carried out and evaluated routinely by the midwife in charge, so that pregnant women have broad knowledge and insight and can make the right decisions in preparing for childbirth and the baby will be born healthy and safe as well as the mother healthy and safe without complications. The cadre mother should patiently provide assistance during pregnancy and childbirth.