Penalaran merupakan salah satu   kemampuan yang penting dalam matematika. Salah satu jenis penalaran yaitu penalaran adaptif. Penalaran adaptif adalah proses berpikir logis yang menghubungkan kosep dengan situasi yang tidak hanya menarik kesimpulan, tetapi juga diberi alasan-alasan yang menunjang suatu kebenaran dari pendapat yang diberikan. Kemampuan tersebut dapat diketahui dengan memberikan suatu masalah kepada siswa. Salah satu jenis masalahnya yaitu masalah open-ended. Pada dasarnya kemampuan penalaran matematika anak itu berbeda-beda dalam menyelesaikan masalah matematika. Salah satunya dilihat dari jenis kelaminnya. Dari hal tersebut, maka peneti tertarik mengetahui gambaran kemampuan penalaran adaptif dari siswa laki-laki dan siswa perempuan. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Bringin yang terdiri dari 2 siswa laki-laki dan 2 siswa perempuan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Data diambil menggunakan tes tertulis dan wawancara yang dibuat berdasarkan 5 indikator kemampuan penalaran adaptif yang dikemukakan oleh Widjayanti, yaitu menyusun dugaan, memberikan alasan terhadap kebenaran suatu pernyataan, menarik kesimpulan dari suatu pernyataan, memeriksa kesahihan suatu argumen, dan menemukan pola pada suatu gejala matematis. Gambaran kemampuan penalaran adaptif yang dimiliki siswa mengacu pada kelima indikator tersebut. Hasil yang dicapai dari penelitian ini adalah siswa  laki-laki ada yang memenuhi semua indikator dan ada juga yang hanya memenuhi indikator menemjkan pola pada suatu gejala matematis . Sedangkan siswa perempuan hanya memenuhi satu indikator penalaran adaptif, yaitu menemukan pola pada suatu gejala matematis. Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kemampuan penalaran adptif siswa laki-laki lebihbaik dari siswa perempuan.
Copyrights © 2021