Pemanfaatan sumber daya komputasi yang lebih efesien dapat dilakukan dengan cara membangun sistem komputasi secara virtual pada server fisik. Cloud computing merupakan sumber daya berbasis virtual seperti, penyimpanan, memori, CPU dan jaringan yang memiliki banyak kelebihan dan mudah digunakan. Openstack merupakan salah satu plateform cloud computing dengan model infrastructure as a service (IaaS) yang berbasis opensource. Virtualisasi yang dibangun dengan sumber daya standar pada cloud computing memiliki permasalahan pada pengguna web server yang semakin meningkat sehingga memerlukan web server dengan sumber daya yang tinggi. Solusi yang dapat diimplementasikan untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan meciptakan sumber daya virtual dengan metode load balancing. Penelitian ini bertujuan untuk membangun dan menganalisa performa antar web server yang menggunakan algoritma pada metode load balancing. Pengujian menggunakan metode availability, quality of service dan workload, serta pengujian dilakukan pada kondisi jaringan lokal, jaringan sepi dan jaringan sibuk. Hasil pengujian availability menunjukkan web server yang menggunakan algortima least connection lebih unggul dari web server lain. Pada pengujian quality of service dan workload menunjukkan web server yang menggunakan algoritma round robin lebih unggul pada kondisi jaringan stabil dan algoritma least connections lebih unggul pada kondisi jaringan tidak stabil. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan, web server menggunakan algortima round robin direkomdasikan untuk penerapan pada kualitas jaringan yang stabil dan web server tidak mangalami gangguan dan algoritma least connections direkomendasikan untuk penerapan pada kualitas jaringan tidak stabil dan web server sering mengalami gangguan
Copyrights © 2020