Lahan bekas perkebunan teh biasanya memiliki tanah yang bersifat masam dan miskin hara. Lahan bekas perkebunan teh Desa Cukangkawung berada pada ketinggian dan kemiringan lereng yang relatif curam, serta curah hujan yang cukup tinggi. Oleh karena itu alih penggunaan lahan menjadi hutan rakyat agroforestry merupakan pilihan yang tepat untuk usaha tani yang berkelanjutan. Agroforestri memiliki manfaat yang cukup banyak, antara lain meningkatkan kesuburan tanah, menyediakan jasa lingkungan dan pendapatan bagi masyarakat. Untuk optimalisasi manfaat dan produktivitas lahan, maka perlu dipilih jenis-jenis tanaman yang sesuai dengan karakteristik lahannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian lahan dan mengetahui jenis-jenis tanaman yang dapat dipilih serta aplikasi pengelolaan lahan yang diperlukan. Metode penelitian dilakukan dengan cara mencocokan karakteristik lahan dan kriteria persyaratan tumbuh tanaman. Karakteristik lahan diketahui dengan pengambilan sampel tanah dan analisis laboratorium. Lahan bekas perkebunan teh yang akan dialih guna menjadi lahan agroforestri memiliki pH tanah masam dan kesuburan tanah rendah. Kesesuaian lahan agroforestri termasuk kategori sesuai marjinal (S3), dengan faktor pembatas pH, unsur P dan K, kemiringan lereng, bahaya erosi, curah hujan dan temperatur. Meski memerlukan aplikasi pengelolaan lahan yang cukup berat untuk mengatasi faktor pembatas, cukup banyak jenis-jenis yang dapat dipilih, yaitu jenis tanaman pangan, sayuran, tanaman obat/rempah, buah-buahan, tanaman perkebunan, dan penguat teras.
Copyrights © 2021