Pandemi covid-19 yang telah berlangsung sejak awal tahun 2020 memberikan dampak yang cukup besar pada kehidupan masyarakat. Permasalahan muncul akibat belum siapnya masyarakat serta kebijakan yang mengatur tentang situasi pandemi. Mengutip penelitian yang dipublikasikan CIGO terhadap masyarakat urban Jabodetabek pada tahun 2020, sebanyak 22,5% masyarakat DKI Jakarta dan 24,1% masyarakat Kota Bogor masih percaya bahwa covid-19 adalah sebuah konspirasi elit global. Fakta tersebut menunjukan masih belum terwujudnya point ke sebelas (kota dan komunitas berkelanjutan) yang tertuang dalam cita-cita pembangunan keberlanjutan tahun 2030. Penelitian yang mengacu pada aspek urban dan personal belum dapat dijadikan sebagai acuan dalam melihat Indonesia secara keseluruhan. Pada penelitian ini memiliki fokus pada masyarakat rural serta komunitas setempat dalam menyikapi pandemi covid-19 dengan wilayah sample Provinsi Lampung dan Daerah Istimewa Yogyakarta dengan pendekatan kearifan lokal masyarakat setempat. Kata kunci: mitigasi covid-19, masyarakat rural, kearifan lokal, Lampung, DIY
Copyrights © 2021