Museum Maritim Indonesia adalah salah satu museum yang bertujuan untuk melestarikan identitas bangsa Indonesia sebagai bangsa maritim di masa lalu. Selain itu, museum ini juga dimaksudkan untuk mengenalkan dunia pelabuhan kepada khalayak. Dengan demikian, museum itu menjadi ruang representasi segala hal mengenai budaya bahari Indonesia dan kepelabuhan, termasuk buruh pelabuhan. Artikel ini bertujuan menganalisis representasi buruh pelabuhan Tanjung Priok dalam Museum Maritim Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan interdisiplin, studi ini menunjukkan bahwa representasi buruh pelabuhan Tanjung Priok dalam museum sangat minim dan hanya menjadi komplementer dari koleksi lainnya. Hal ini mengindikasikan bahwa museum itu belum memperlihatkan tujuannya secara proporsional. Alih-alih mengenalkan aspek kepelabuhan secara komprehensif, museum justru menjadi ruang yang memarginalkan peran buruh pelabuhan Tanjung Priok, sebagaimana realitas historisnya. Kecenderungan ini mencerminkan adanya bentuk warisan rezim Orde Baru, di satu sisi. Di lain sisi, keadaan itu juga memperlihatkan sikap skeptis dari pihak pengelola museum. Meskipun demikian, ketiadaan kolaborasi antara buruh pelabuhan Tanjung Priok dan pihak pengelola museum turut mempengaruhi kondisi tersebut.
Copyrights © 2020