Tulisan ini bertujuan untuk mendekripsikan tentang tradisi ritual Mabbura Kampung, yang merupakan salah satu tradisi ritual yang dilakukan pada masyarakat Suku Pattae tepatnya Dusun Baruga dan Dusun Passembaran di Kabupaten Polewali Mandar Sulawesi Barat. Tulisan ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi (pengamatan langsung terhadap berbagai aktivitas dan perilaku pada masyarakat Suku Pattae di Desa Batetangnga), wawancara mendalam terhadap tokoh masyarakat, budayawan, pelaku ritual dan pemerintah setempat serta dokumentasi. Tradisi ritual Mabbura Kampung ini, mencerminkan karakter dan jati diri masyarakat Suku Pattae di Desa Batetangnga sehingga perlu dikaji dalam upaya melestarikan budaya lokal, sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa. Dari hasil penelitian ini diketahui, bahwa pelaksanaan tradisi ritual Mabbura Kampung merupakan warisan nenek moyang terdahulu yang diyakini sebagai pencucian diri atau tolak bala’ dari berbagai gangguan bencana alam, baik gangguan tanaman, gangguan di sungai maupun gangguan wabah penyakit yang dapat membahayakan kehidupan masyarakat pendukungnya. Tradisi ritual Mabbura Kampung tersebut hingga saat ini masih tetap bertahan dan dilakukan secara turun temurun oleh masyarakat pendukungnya yang bermukim di Desa Batetangnga dan masyarakar Suku Pattae pada umunya. Tradisi ritual ini dipimpin oleh dua orang, yaitu sando banua baine (dukun kampung perempuan), dan seorang Imam kampung, dan kedua pemimipin ritual ini mempunyai tugas masing-masing.
Copyrights © 2021