Ketidakseimbangan beban listrik 3φ, 50Hz, 380/220 V dari pasokan transformator dapat menyebabkan penurunan kinerja transformator, gangguan pada setiap penghantar fasa (R, S, T), dan timbulnya arus mengalir pada penghantar netral (Arus Netral) dan penghantar tanah (Arus Grounding). Arus yang mengalir pada penghantar netral dan grounding menyebabkan kerugian (losses) biaya arus netral dan arus grounding,sedangkan ketidakseimbangan beban pada setiap fasanya dapat menyebabkan kerugian biaya arus fasa dari transformator menuju beban. Penelitian ini adalah mengkaji seberapa besar kerugian akibat ketidakseimbangan beban pada jaringan listrik dari transformator ke beban. Metode yang digunakan untuk menentukan kerugian daya listrik (power losses) pada ketidakseimbangan beban adalah dengan mengukur dan menghitung arus beban yang tidak seimbang pada masing-masing fasa serta resistansi penghantar baik itu pada penghantar fasa (R, S,T) dan netral N, maupun grounding G. Perhitungan ini dilakukan sebagai upaya untuk mengetahui besar kerugian daya listrik akibat adanya arus yang mengalir akibat ketidakseimbangan beban. Diperoleh besar biaya kerugian losses akibat adanya arus netral dan arus grounding Rp 3.543.989,76 per tahun sedangkan losses pada masingmasing fasanya adalah 44.885.252,04 per tahun, sehingga total biaya kerugian listrik pada ketidakseimbangan beban adalah Rp 48.429.241,80 per tahun Kata kunci: Ketidakseimbangan beban, Transformator, Arus netral, Arus grounding, Arus fasa, Losses
Copyrights © 2021