Tingkat hemolisis merupakan salah satu parameter kualitas darah donor. Selama proses penyimpanan darah, sel darah merah akan mengalami stres oksidatik dan kerusakan sel yang berakhir dengan hemolisis atau pecahnya sel darah merah. Vitamin C dan E merupakan antioksidan yang dipercaya dapat menekan stress oksidatif dan kerusakan sel. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh pemberian Vitamin C dan E terhadap laju hemolisis selama penyimpanan darah donor. Pada penelitian ini dilakukan 4 perlakuan sebagai berikut:(1) Kontrol; (2) perlakuan dengan pemberian Vitamin C; (3) perlakuan dengan pemberian Vitamin E; (4) perlakuan dengan pemberian kombinasi Vitamin C dan E. Uji hemolisis dilakukan pada hari ke 0 (sebelum perlakuan) , 1, 7, 14, 21 dan 28 penyimpanan darah donor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada dari 1 - 14 laju hemolisis nampak bervariasi antar perlakuan, dimana pemberian perlakuan kombinasi Vitamin C dan E paling baik dalam menekan laju hemolisis. Mulai hari ke-15 sampai 28, terjadi kenaikan laju hemolisis secara signifikan pada semua kelompok, namun laju hemolisis tetap dapat ditekan pada kelompok perlakuan. Perlkuan kombinasi Vitamin C dan E menunjukkan hasil yang terbaik karena disamping Vitamin C dan E merupakan antioksidan, vitamin C juga merupakan penunjang kerja vitamin E. Hasil penelitian menunjukkan pemberian Vitamin C, E serta kombinasi Vitamin C dan E dapat menekan laju hemolisis selama penyimpanan darah donor.
Copyrights © 2021