Rencana Aksi World Summit on the Information Society (WSIS) yang sudah harus terpenuhi pada tahun 2015 diantaranya adalah :(a) minimal setengah (50 %) penduduk dunia sudah memiliki akses terhadap internet; (b) seluruh universitas, sekolah menengah, dan sekolah dasar telah terhubung dengan internet; (c) melengkapi kurikulum pendidikan dasar dan menengah dengan komponen pendidikan teknologi informasi dan komunikasi dan lain-lainnya. Pada tahun 2010 jumlah pengakses Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Indonesia mencapai 10 juta orang, pada tahun 2015 jumlah penduduk Indonesia diperkirakan mencapai 250 juta, sehingga diharapkan pada tahun itu jumlah pengakses TIK akan mencapi 125 juta orang atau diperlukan peningkatan rata-rata sebesar 20 sampai 25 juta pertahun agar dapat memenuhi tuntutan rencana aksi WSIS. Bagi guru jumlah pengakses TIK dalam jumlah besar dan terus meningkat merupakan peluang sekaligus tantangan untuk dimanfaatkan dalam kegiatan belajar dan mengajar. Sifat-¬sifat TIK yang berupa keandalan, keakuratan dan kemampuan yang besar dalam menyimpan dan mendistribusikan data dan informasi dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran baik untuk pembelajaran yang bersifat klasikal maupun pembelajaran mandiri. Pemilihan jenis media pembelajaran dapat berupa media pembelajaran yang linier maupun media pembelajaran interaktif disesuaikan dengan kepentingan peserta didik. Dalam hal penggunaan software pengembang dapat digunakan software yang sederhana seperti software untuk presentasi maupun yang lebih kompleks seperti web dan animasi Perancangan software media pembelajaran dilakukan secara bertahap dan dikembangkan berdasakan pendekatan user center, konsistens, dan dilakukan secara interaktif sesuai dengan kebutuhan user/peserta didik.
Copyrights © 2010