Stunting merupakan kondisi kekurangan gizi kronik yang dialami sejak dalam 1000 hari pertama kehidupan (HPK), anak yang mengalami stunting memiliki tinggi badan yang lebih pendek dibandingkan anak seumurannya. Berdasarkan penilaian status gizi, melalui pengukuran antropometri, anak yang mengalami stunting memiliki indeks PB/U atau TB/U berada pada ambang batas (Z-score) <-2 sampai -3 SD (pendek) dan <-3 (sangat pendek). Daun kelor (Moringa oleifera) telah dibuktikan manfaatnya dalam mencegah stunting. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan stunting dengan pemanfaatan daun kelor yang dimulai dari anak usia dini. Manfaat kegiatan pengabdian ini adalah membantu meningkatkan pengetahuan siswa-siswi tentang pencegahan stunting dengan pemanfaatan daun kelor. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dari tanggal 8 Januari – 7 Februari 2024 di SD Negeri 2 Nganganaumala yang diikuti 41 siswa. Kegiatan ini dilakukan melalui metode ceramah. Analisis bivariat menggunakan Paired t-test. Analisis bivariat menunjukkan bahwa ada peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan tentang pencegahan stunting dengan pemanfaatan daun kelor pada siswa-siswi di SD Negeri 2 Nganganaumala ((Pr|T| > |t|) = 0,0000 < ? 0,05). Diharapkan kegiatan pengabdian ini dapat mencakup berbagai lapisan masyarakat yang lebih luas, terutama bagi ibu hamil, ibu menyusui, kelompok PKK, serta diberbagai jenjang instansi pendidikan dan layanan kesehatan seperti di Posyandu, serta dilengkapi dengan kegiatan demonstrasi membuat olahan daun kelor.
Copyrights © 2024