Latar Belakang : Peningkatan pengetahuan mahasiswa perawat sangat diperlukan baik disiapkan dari kurikulum dan metode pembelajaran yang tepat. Baik dengan metode bed site teaching (BST) dan self directed learning (SDL). Tujuan : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan metode pembelajaran dengan bed site teaching dan metode SDL. Metode : Penelitian ini menggunakan metode penelitian pre-post test only dimana dibedakan kelompok yang metode bed site teaching dan metode SDL. Populasi dari penelitian ini adalah semua mahasiswa perawat. Sampel yang diambil dalam penelitian ini menggunakan teknik cluster random sampling, dengan sampel sejumlah 60 responden. Analisis menggunakan paired t-test dan independent t-test melihat metode yang paling berpengaruh untuk meningkatkan pengetahuan. Hasil : Rata-rata umur responden adalah 21 tahun, rata-rata pre test dan post test dari kelompok SDL adalah 3,9 dan 5,2 sedangkan rata-rata pre test dan post test pada metode bed site teaching dari 4,2 ke 7,1. Dilihat dari jenis kelamin responden paling banyak adalah jenis kelamin perempuan sebanyak 39 orang (60%) sedangkan tempat praktik terbanyak pada RSU swasta sebanyak 40%. Hasil analisis paired t-test menemukan bahwa kelompok bed site teaching dan SDL sama-sama efektif namun yang signifikan adalah kelompok bed site teaching. Metode bed site teaching ini merupakan yang paling signifikan berpengaruh untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa. Kesimpulan dan Saran: Penerapan metode pembelajaran klinik bedside teaching penerapannya selama ini belum optimal sedangkan manfaat yang bisa didapatkan dari metode ini cukup banyak baik untuk mahasiswa bidan yang sedang praktik klinik di lapangan, pembimbing klinik dan pasien itu sendiri. Sehingga perlu peningkatan keterampilan dari pembimbing dan upaya dari mahasiswa untuk meningkatkan pengetahuannya.
Copyrights © 2018