Latar Belakang: Sekitar 40% anak balita di dunia masih mengalami pertumbuhan yang terhambat. Tingginya angka kejadian stunting disebabkan oleh banyak faktor yang masih perlu diketahui analisis faktor resiko penyebab stunting pada anak. Tujuan: Menganalisis Faktor Resiko Kejadian Stunting Pada Anak Di Posyandu banjar pasek desa kubutambahan Tahun 2018. Metodologi: Penelitian observasi analitik, dengan desain case control. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 90 anak usia 1-5 tahun yang terdiri dari 45 anak dengan stunting dan 45 tidak mengalami stunting sebagai kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan Total sampling technique. Instrumen penelitian terdiri dari kuesioner tentang gizi anak. Kuesioner ini telah diuji validitas dan reliabilitas dengan nilai koefisien cronbach’s alpha 0,727. Data dianalisis menggunakan descriptive statistics dan chi square untuk mengetahui hubungan antara variabel. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 15 anak (33,3%) mengalami stunting Terdapat hubungan yang signifikan antara berat badan lahir (BBL) dan lama pemberian ASI terhadap kejadian stunting dan tidak tidak terdapat hubungan yang signifikan antara LILA ibu, pengetahuan dan pendidikan terhadap kejadian stunting. Kesimpulan dan Saran:. Faktor resiko yang dominan mempengaruhi kejadian stunting adalah lama pemberian ASI terdapat nilai OR (Odds Ratio) tertinggi pada lama pemberian ASI dengan kejadian stunting yaitu sebesar 8,2 yang artinya lama pemberian ASI memberikan pengaruh 8,2 kali terhadap kejadian stunting. Dengan diketahui faktor resiko dominan ini dapat digunakan sebagai acuan dalam penelitian selanjutnya.
Copyrights © 2018