Perkembangan teologi Islam dari waktu ke waktu senantiasa mengalami pasang surut. Sepeninggalan Rasul, area utama refleksi sistematis teologis bersumber pada sumber yang paling otoritatif yaitu Al-quran dan Hadis, karena keduanya merupakan yurisprudensi (fiqh) yang paling utama. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Objek yang diteliti adalah perkembangan teologi Islam klasik dan modern. Pengumpulan data melalui metode kepustakaan (search library) melalui penjelasan buku-buku yang menunjang penjelasan perkembangan teologi Islam klasik dan modern. Pemikiran Islam klasik merupakan warisan yang sangat berharga untuk membantu memecahkan problem kontemporer yang semakin akut. Oleh karena itu, mempelajari dan mengambil khazanah pemikiran Islam klasik harus dilakukan dalam dunia yang sangat modern sekalipun. Tetapi pengambilan warisan itu harus tetap disertai dengan sikap kritis-analitik. Karenanya diperlukan membumikan teologi islam dalam konteks islam pada negara modern, sehingga bisa menyampaikan mengenai Islam di ruang publik namun tidak menyinggung atau mengancam Agama lain disana, kemungkinan besar hal itu melalui dialog antar Agama. Membumikan teologi Islam dalam konteks kehidupan modern memang memerlukan strategi dan metodologi yang akurat.Kata kunci: Sistematis Teologi, Teologi Islam Klasik, Teologi Modern, Al-Quran, Hadist
Copyrights © 2021