Artikel ini bertujuan untuk mengkonstruksi unsur-unsur dakwah yang terdapat di dalam buku Konseling dan Terapi Qur’ani (Korini) karya Ridwan (2018). Apakah Korini sudah memenuhi struktur model konseling Islami, bagaimana dengan pemenuhan unsur dakwah, dan apa asas utamanya? Jawaban terhadap pertanyaan ini diberikan melalui penelitian kualitatif literer, dengan menerapkan analisis hermenutika dari Recouer. Hasil analisis menunjukkan bahwa struktur model Korini kelebihannya ada pada objektivitas indikator keberhasilan. Objektivitas ditekankan karena sasaran pengubahan Korini adalah kalbu (hati), di mana hati memiliki cara berpikirnya sendiri. Sementara itu, lima dimensi dakwah dipenuhi, dan dijalankan dengan lebih menekankan kepada sentuhan kepada mad’u(konseli) melalui ayat, kisah dan sajak yang menyentuh hati. Untuk itu, konselor Korini adalah mubalig dan profesional yang mampu menunjukkan kasih sayang, memaafkan dan memohonkan ampunan Tuhan (yang mengacu kepada QS. Ali ‘Imran [03] ayat 159). Asas utama Korini adalah dengan memberikan porsi berpikir yang besar setelah berzikir untuk menegakkan Kalimat Allah.
Copyrights © 2021