Tulisan ini bertujuan untuk mengungkap beberapa budaya Bugis Kuno yang terdokumentasi dalam karya sastra, namun sekarang tidak dikenal lagi oleh masyarakat Bugis secara umum. Salah satu karya sastra memuat tentang budaya Bugis Kuno adalah Hikayat I Mase-Mase Pole Tanah Ugik dan Hikayat Melayu dan Bugis. I Mase-mase awalnya adalah cerita lisan dan diwariskan secara turun temurun, kemudian ditulis dalam aksara lontarak dan bersifat anonim. I Mase-mase kemudian diterjemahkan pada tahun 2000 oleh tim Kerja Budaya Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis budaya. Hasil analisis menunjukkan beberapa Budaya Bugis Kuno yang ditinggalkan oleh masyarakat pemiliknya, yaitu 1) Sigajang Laleng Lipa. 2) Pemukulan gong, 3) Walasuji, 4) Budaya sirih-pinang 6) tempat meludah. 7) sigerra, 8) paccima-cimang, 9) Upacara mandi bayi. 10) Pakkuruk Sumange. Beberapa faktor penyebab sehingga budaya Bugis Kuno hilang dari peradaban yaitu 1) masuknya pengaruh agama dan keyakinan masyarakat, 2) Sistem pemerintahan berubah dari bentuk kerajaan ke pemerintahan republik, 3) Adat dan kebiasaan yang dianggap bentuk diskrimninasi
Copyrights © 2021