Umumnya konsep diri yang dimiliki oleh Anak Didik Pemasyarakatan dalam kondisi yang Pada hakikatnya “muatan dalam media televisi merupakan rekayasa simbolik untuk membangun citra virtual, imajinasi” yang kesemuanya bermuara pada komersialisasi. Demikianlah keberadaan televisi menurut Baudrillard.J. (1988) tidak lebih dari dunia maya yang berisi simulakra. Simulakra hadir sebagai realitas “plagiat” yang tidak sepenuhnya merepresentasikan realitas tersebut. Dengan kata lain, simulakra adalah suatu bentuk representasi realitas yang menipu (falserepresentation), dikonstruksi dalam sekejap untuk menghadirkan citra baru dari objek itu sendiri yang dijadikan pusat citra. Sinetron Islami kini marak di layar televisi Indonesia. Sinetron beraroma yang diklaim itu membawa simbol-simbol agama Islam dalam inti ceritanya. Namun dari beberapa sinetron yang menggunakan istilah islami itu ternyata isinya, jalan cerita, karakter dan permainannya saja tidak islami. berperilaku buruk, dari sudut pandang simulacra ini akan menimbulkan penafsiran yang buruk. Sinetron Islami telah memunculkan persepsi buruk tentang tokoh-tokoh yang dihormati dalam Islam. Ust pada masa haji sosok atau panutan merupakan representasi. Sedangkan dalam tampilan sinetron, citra maupun ust sebagai peziarah telah sirna. Ziarah sebagai simbol suri tauladan di masyarakat telah mengalami degradasi citra.
Copyrights © 2021