Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan strategi bauran komunikasi pemasaran Pusat Seni Komunitas Salihara sebelum dan sesudah pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dengan bagian komunikasi pemasaran. Dari hasil yang diperoleh, portofolio komunikasi Komunitas Salihara meliputi periklanan, promosi penjualan, acara dan pengalaman, hubungan masyarakat dan publisitas, pemasaran online dan media sosial (online marketing dan media sosial), pemasaran seluler (mobile marketing), pemasaran langsung dan basis data (direct marketing and social media). pemasaran dan database) dan penjualan pribadi (personal selling). Pada saat sebelum pandemi, Komunitas Salihara masih melakukan beberapa teknik bauran komunikasi pemasaran secara offline atau tatap muka untuk melakukan integrasi yang baik sehingga dalam mempromosikan. Sedangkan perubahan bauran komunikasi pemasaran yang dilakukan saat masa pandemi lebih memfokuskan kepada digitalisasi, online dan virtual.
Copyrights © 2021