Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja Implementasi Kebijakan Pendirian Badan Usaha Milik Desa Di Desa Wolotolo, Kabupaten Ende. Penelitian ini menggunakan teori kebijakan publik, dan model implementasi kebijakan publik menurut Daniel A. Mazmanian dan Paul A. Sabatier dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa kinerja Implementasi Kebijakan Pendirian Badan Usaha Milik Desa Di Desa Wolotolo kurang optimal sebab: (1) Sosialisasi dan pembentukan BUMDes sangat terburu-buru dan ruang untuk konsultasi publik cukup tertutup. (2) Struktur organisasi dan kepengurusan di Bumdes tidak berpedoman pada peraturan, dan penentuan unit usaha dilakukan tanpa studi kelayakan usaha. (3) Laporan pertanggungjawaban Bumdes baru dilakukan tahun 2021 dan ditolak BPD. Ada pun faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja Implementasi Kebijakan Pendirian Badan Usaha Milik Desa Di Desa Wolotolo, diantaranya: (1) Cakupan Perubahan yang diharapkan terlalu luas. Sementara itu, Bumdes memiliki keterbatasan sumber daya manusia dan kelembagaan. (2) Unit usaha Stone Cruser kurang strategis dalam pemenuhan kebutuhan sebagian besar masyarakat Desa Wolotolo yang adalah petani. (3) Kajian tentang kelayakan usaha sebelum pendirian Bumdes tidak dilakukan. (4) Frekuensi penyampaian informasi tentang kebijakan pendirian tanpa melalui mekanisme konsultasi publik (5) Pemilihan pengurus tanpa sistem rekrutmen dan seleksi.
Copyrights © 2021