Untuk mengantisipasi perkembangan zaman yang terjadi begitu cepat, Kemendikbud menawarkan sebuah konsep MBKM. Konsep ini menyuarakan adanya kemerdekaan dalam belajar dengan maksud mempersiapkan mahasiswa lulusan perguruan tinggi, baik negeri atau swasta. Semua perguruan tinggi harus memfasilitasi hak mahasiswa untuk dapat mengikuti program MBKM dalam 8 bentuk kegiatan pembelajaran, tidak terkecuali Program Studi Teknik Sipil Universitas Widyagama Malang. Untuk menjalankan program MBKM prodi Teknik Sipil telah berhasil membuat buku pedoman pelaksanaan MBKM dan kurikulum MBKM termasuk rekognisinya. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana cara rekognisi dan kendala dalam pelaksanaan implementasi MBKM oleh Prodi Teknik Sipil Universitas Widyagama, dengan metode kajian pustaka terhadap pedoman MBKM dan kurikulum MBKM prodi Teknik Sipil serta simulasi rekognisi untuk kegiatan 7 BKP MBKM selama 2 semester. Hasil penelaahan pedoman kurikulum Prodi Teknik Sipil, rekognisi yang digunakan memakai bentuk terstruktur untuk BKP pertukaran pelajar baik di dalam Universitas Widyagama maupun di luar dengan pengakuan sesuai SKS mata kuliah yang diprogramkan. Untuk kegiatan 7 bentuk kegiatan pembelajaran selain pertukaran pelajar rekognisi yang digunakan adalah bentuk bebas yang dinyatakan dalam kegiatan hard skill dan soft skill. Kendala dalam pelaksanaan rekognisi apabila mahasiswa mengambil 7 bentuk kegiatan pembelajaran selain pertukaran pelajar, sebanyak 2 semester hanya bisa disetarakan 8 – 12 SKS.
Copyrights © 2021