Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) milik bapak Jasim di Desa Ngenep bergerak di bidang produksi olahan kerupuk sermiler yang bahan utamanya adalah singkong yang diparut. Dalam satu hari UMKM ini mampu memproduksi sebanyak 100kg – 150kg singkong. Alat yang dipakai untuk memarut singkong masih manual dengan menggunakan parut biasa, oleh karena itu ada kendala pada proses pemarutan singkong. Memarut secara manual untuk 100kg singkong diperlukan waktu cukup lama yaitu 7,5 jam dengan tenaga kerja berjumlah 2 orang. Persoalan ini yang menyebabkan in efisiensi waktu dalam menghasilkan singkong parut sebagai bahan utama untuk pembuatan kerupuk sermiler. Tujuan pengabdian ini adalah memberikan solusi bagi UMKM Sermiler dengan membuatkan mesin semi otomatis pemarut singkong. Metode pelaksanaannya (1) kerjasama dengan mitra UMKM sermiler untuk berdiskusi dalam pembuatan alat pemarut singkong; (2) mendesain alat; (3) membuat alat; (4) melakukan uji coba alat; (5) penghitungan efisiensi alat parut semi otomatis singkong. Hasil yang diperoleh dengan pemanfaatan mesin pemarut singkong untuk 100kg singkong hanya memerlukan waktu selama 2,5 jam dengan tenaga kerja sebanyak satu orang, sedangkan secara manual untuk 100kg singkong memerlukan waktu 15 jam per 2 orang atau 7,5 jam dengan tenaga keja dua orang, oleh karena itu waktu yang dipakai untuk memarut terjadi efisiensi 600% dan tenaga kerja yang dipakai lebih efisien sebesar 50%.
Copyrights © 2021