Pemikiran teologi Syekh Muhammad dipengaruhi faham Asy’ariyah yang dituangkannya di dalam karya-karyanya yaitu Qat}ar al-Laban fi Aqa>’id al-Ima>n. Fawa>’id al-Zain fi>‘Ilm al-‘Aqa>id wa Ushu>luddi>n, Mifta>h{ ash-S{ibya>n fi Aqa>id al-Ima>n. Pemikiran tentang sifat Allah dipengaruhi oleh pemikiran Asy’ariyah, seperti Baqillani, al-Juwaini, al-Ghazal, Imam Sanusi dan lain-lain, demikian juga tentang persoalan kasab atau iktisa>b. Dengan demikian Syekh Muhammad Zain disebut sebagai Asy’ariyah. Penggunaan ayat-ayat Alquran sebagai argumen untuk menjelaskan tentang sifat-sifat Allah, intensitasnya relatif sama dengan penggunaan logika. Sehingga kesejajaran antara logika dan wahyu yang digunakan oleh Syekh Muhammad Zain dapat dilihat melaui karya-karyanya tersebut. Ayat-ayat yang digunakannya sesuai dengan ulama-ulama tafsir baik klasik maupun kontemporer. Penggunaan takwil sebagai metode yang digunakan oleh aliran khala>f untuk menjelaskan ayat-ayat mutasya>biha>t, dilakukan oleh Syaikh Muhmmad Zain. Karena dia menganggap dengan metode ini masyarakat awam akan lebih mudah memahami tentang sifat-sifat Allah. Tentu saja penggunaan takwil disini yang memenuhi kriteria yang dibenarkan, sehingga tidak menyalahi ketentuan Alquran maupun sunnah.Kata Kunci: Tafsir, Argumen, Relatif, Wahyu
Copyrights © 2020