Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Untuk mengetahui kondisi mangrove diSekitar Daerah Perlindungan Laut (DPL) Gili Petagan dan Untuk mengetahui Faktor sosial yangmempengaruhi kondisi mangrove di sekitar DPL Gili Petagan dalam penelitian ini menggunakanklasifikasi secara digital dengan interpretasi visual langsung ke layar monitor denganmenggunakan penggabungan data multispectral (Color composit), sedangkan untuk mengetahuiberbagai faktor sosial yang mempengaruhi kondisi ekosistem mangrove dilakukan penggalianinformasi dari stakeholder melalui Focus Group Discussion (FGD). Tingkat kerapatansumberdaya Mangrove disekitar Gili Petagan didominasi oleh kategori sangat rapat yaitu65,35% (26,82 ha) rata-rata terdiri dari 1,8626–2,3282 individu/m2, 27,56% (11,31 ha) termasukdalam kategori rapat dengan rata-rata 1,398-1,8626 individu/m2, 4,29% (1,76 ha) termasukkategori sedang dengan rata-rata 0,9315-1,397 individu/m2, 2,19% (0,90 ha) termasuk kategorijarang dengan rata-rata 0,4657-0,9314 individu/m2, dan 0,61% (0,25 ha) termasuk kategorisangat jarang dengan rata-rata 0,0000–0,4656 individu/m2. Kelestraian sumberdaya mangrovedi sekitar Kawasan Gili Petagan dipengaruhi oleh tingkat kesadaran masyarakat yang tinggiterhadap pengelolaan dan manfaat sumberdaya mangrove. Tingkat kesadaran masyarakatyang tinggi ditunjukkan dengan eksistensi POKMASWAS, Kelompok Rumah Ikan dan KelompokPemandu Wisata yang melakukan pengelolaan dan Pengawasan sumberdaya mangroveberbasis lingkungan dengan swadaya.Kata Kunci : Analisis Tingkat Kerusakan; Mangrove; Daerah Perlindungan Laut; Gili Petagan;Lombok Timur; Nusa Tenggara BaratThe purpose of this study is to investigate to determine the condition of mangrove AroundMarine Protected Areas (MPAs) Gili Petagan and to know the social factors that affect thecondition of mangrove around MPAs Gili Petagan in this study using a classification digitally withvisual interpretations directly to the monitor using multispectral data integration (Colorcomposite), while to know the social factors that affect mangrove ecosystems carried extractinginformation from stakeholders through a Focus Group Discussion (FGD). The density ofmangrove resources around Gili Petagan dominated by very dense category is 65.35% (26.82ha) Average consists of 1.8626 to 2.3282 individuals / m2, 27.56% (11.31 ha) including in thecategory of meetings with an average of 1.398 to 1.8626 individuals / m2, 4.29% (1.76 ha)medium category with an average of 0.9315 to 1.397 individuals / m2, 2.19% (0.90 ha)categorized as rare with an average of 0.4657 to 0.9314 individuals / m2, and 0.61% (0.25 ha)categorized as very rare with an average of 0.0000 to 0.4656 individuals / m2. Kelestraianmangrove resources around Gili Region Petagan affected by a high level of public awareness ofthe benefits of resource management and mangrove. A high level of public awareness shown bythe existence Pokmaswas, Group Home Fish and Tour Guide Group performs management andsupervision of the mangrove resource-based environment with self-help.Keywords: Analysis of Damage; mangrove; Marine Protected Areas; Gili Petagan; EastLombok; West Nusa Tenggara
Copyrights © 2020