Karakteristik pasar tidak sempurna ditandai dengan adanya biaya transaksi. Salah satu sektor yang merupakan pasar tidak sempurna adalah sektor pertanian. Biaya transaksi pada usahatani jagung hibrida akan mempengaruhi tinggi rendahnya keuntungan usahatani jagung hibrida. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis struktur biaya transaksi dan implikasi biaya transaksi terhadap manfaat usahatani jagung hibrida. Metode penelitian menggunakan analisis biaya transaksi dan regresi linier berganda. Penelitian dilakukan di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat dengan 120 responden sebagai petani jagung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat enam siklus pada usahatani jagung di Kabupaten Dompu. Adapun enam siklus tersebut yakni; (1) siklus pratanam; (2) siklus tanam; (3) siklus pemeliharaan; (4) pengawasan; (5) siklus panen; dan (6) siklus pascapanen. Dari enam siklus tersebut siklus pascapanen merupakan siklus yang memiliki persentase tertinggi sebesar 23,17%, kemudian siklus pemeliharaan sebesar 18,53%, siklus panen sebesar 17,65%, siklus tanam sebesar 17,28% dan siklus pengwasan sebesar 13,99%.
Copyrights © 2021