Perjuangan perempuan untuk mencapai kesetaraan bukanlah sebuah perjuangan tanpa alasan. Perjuangan itu berawal dari para permpuan yang menyadari bagaimana subordinasi dan budaya-budya telah membuat peran mereka sangat terhimpit. Salah satu dari antaranya adalah kebudayaan Batak. Di mana ditemukan bahwa dalam kebudyaan Batak perempuan sering mendapat perlakuan yang tidak setara kibat dari konstruksi gender masyarakat terhadap perempuan. Sering sekali akibat dari konstruksi itu perempuan sulit untuk dapat mendapatkan hak-haknya. Penelitian ini menyajikan gambaran tentang posisi dan perempuan dalam budaya Batak yang patriarkhi Pasca Kekristenan hadir dan memengaruhi budaya Batak. Temuan memperlihatkan bahwa nilai-nilai kesetaraan dalam pranata Agama Kristen memengaruhi konstruksi dan posisi perempuan dalam masyarakat Kristen. Penelitian ini dikerjakan dengan pendekatan kualitatif.
Copyrights © 2021