Tujuan penelitian ini untuk melihat apakah terdapat hubungan antara intensitas penggunaan media sosial terhadap kecenderungan narsisme pada anak remaja. Jenis dari penelitianoini adalah kuantitatif dengan metode korelasi. Pengambilan data yaitu kuesioner online dengan metode purposive sampling. Jumlah seluruh sampel pada penelitian ini adalah 100 anak remaja dengan kriteria usia 12 - 20 tahun yang mempunyai akun media sosial. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji normalitas, uji linearitas dan metode pearson dengan SPSS 16.0. Hasil dari analisis data menunjukkan bahwa tidak terdapat korelasi atau hubungan pada intensitas penggunaan sosial media dengan kecenderungan narsistik. Bentuk hubungan antara kedua variabel tersebut adalah positif. Jadi, jika intensitas penggunaan media sosial tinggi maka intensitas kecenderungan narsistik pada remaja juga akan tinggi dan jika intensitas penggunaan media sosial rendah maka kecenderungan narsistiknya juga rendah.
Copyrights © 2021