Pengembangan produk lokal berbahan dasar bawang dayak masih sangat jarang. Berdasarkan hal ini, maka dilakukan pengolahan bawang dayak dalam bentuk krupuk. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed method (kuantitatif dan kualitatif). Pendekatan kuanitatif menggunakan uji organoleptik pada berbagai perlakuan dosis bawang dayak. Sementara, pendekatan kualitatif melalui analisis kesuaian hasil penelitian dengan pembelajaran biologi. Hasil penelitian berdasarkan uji organoleptik pada responden tidak terlatih dan semi terlatih didapatkan hasil bahwa dosis bawang dayak sebesar 2 sdt merupakan dosis paling optimal dalam campuran kerupuk. Hasil penelitian dapat dijadikan konten atau contoh projek dalam matakuliah gastronomi, terkait dengan materi pengolahan makan berbasis potensi lokal. Kata Kunci: Uji Organoleptik, Bawang Dayak, Biologi
Copyrights © 2019