Indikator pendidikan berupa Angka Partisipasi Sekolah (APS) di Surabaya rata-rata mencapai 90%, kecuali pada kelompok usia 16-18 tahun masih mencapai 75%. Kompleksnya permasalahan masyarakat di Surabaya memicu rendahnya APS terutama dalam masalah sosial-ekonomi. Penelitian dengan metode kuantitatif deskriptif ini memprediksikan pengaruh sosial-ekonomi melalui tingkat kemiskinan. Sementara itu, perubahan jumlah sekolah untuk menjangkau masyarakat ekonomi lemah, diharapkan dapat menyerap jumlah siswa, sehingga akan berpengaruh pada APS. Hasil uji regresi menunjukkan, tingkat kemiskinan dan jumlah sekolah berpengaruh negatif secara signifikan sebesar 55,33% dimana pengaruh tingkat kemiskinan dan jumlah sekolah sebesar 22,62% dan 32,71%. Peningkatan kemiskinan diikuti oleh penurunan APS dan sebaliknya. Begitu pula kenaikan jumlah sekolah akan diikuti oleh penurunan APS. Meskipun jumlah sekolah lebih dominan, tetapi terdapat pengaruh kebijakan pemerintah yang mendominasi perubahan jumlah sekolah. Penurunan jumlah sekolah sebagai keputusan pemerintah dalam mengembalikan kestabilan angka APS, artinya selama APS belum meningkat maka beberapa sekolah perlu ditutup untuk memudahkan fokus pemerintah pada peningkatan APS. Kata Kunci: APS, tingkat kemiskinan, jumlah sekolah.
Copyrights © 2017