Meskipun kebudayaan etnis Tionghoa sudah dipulihkan pascareformasi, sentimen terhadap etnis Tionghoa di Indonesia masih berkembang di kalangan orang-orang ‘pribumi’. Penelitian sebelumnya mengungkapkan bahwa mereka enggan disebut sebagai diaspora Tionghoa. Artikel ini menganalisis bagaimana kontestasi identitas masyarakat Tionghoa di Lasem menghadapi sentimen negatif pada orang-orang Tionghoa. Penelitian studi kasus ini dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Data kemudian dianalisis menggunakan program analisis data kualitatif NVivo. Konsep identitas dari Jenkins digunakan untuk menganalisis kontestasi identitas baik secara internal masupun eksternal bagi etnis Tionghoa di Lasem. Penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat Tionghoa di Lasem cenderung melepaskan identitas ketionghoaannya karena keterkaitannya dengan referent-origin (asal rujukan) nya menimbulkan berbagai penolakan dari masyarakat lokal. Ada proses negosiasi yang terjadi dalam pembentukan identitas etnis Tionghoa di Lasem. Ada kecenderung Peranakan Tionghoa di Lasem lebih menunjukkan identitas lokal alihalih memperkuat identitas ketionghoaan mereka. Novelty dalam penelitian ini adalah Peranakan Tionghoa di Lasem meminjam identitas lokal yang dihormati masyarakat pribumi dalam kelenteng mereka sehingga mereka bisa berbaur dengan masyarakat lokal di Lasem.
Copyrights © 2020