Artikel ini menjelaskan reproduksi identitas kultural Tionghoa Cirebon yang dipresentasikan melalui praktik ziarah makam Ong Tien. Kebaruan dari penelitian ini terletak bagaimana elemen simbolik beroperasi untuk melegitimasi posisi identitas kultural pasca Orde Baru. Studi ini menggunakan perspektif cultural studies analisis Stuart Hall. Peneliti mengumpulkan informasi mendalam dari para informan yang terlibat langsung dengan konteks masalah penelitian. Selama kurun waktu lebih dari lima puluh tahun kebijakan khusus bagi warga keturuanan Tionghoa di era Soeharto. Identitas kultural etnis Tionghoa mengalami pergeseran identitas budaya etnis Tionghoa Cirebon. Pasca Soeharto lengser, etnis Tionghoa Cirebon berupaya mereproduksi ketionghoaannya dengan cara menghadirkan kembali simbol Ong Tien sebagai identitas kultural yang menyatu dengan tradisi lokal. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa simbol Ong Tien direproduksi untuk melawan diskriminasi etnis pasca Orde Baru. Dengan kata lain, simbol Ong Tien pun menjadi jembatan untuk mengatur ulang relasi etnis Tionghoa Cirebon dengan penduduk lokal.
Copyrights © 2020