Masyarakat di Desa Perine kebanyakan memelihara ternak sapi dan ikan, namun belum mengetahui cara mengolah limbah berupa kotoran atau fesses sapi untuk dijadikan sebagai pupuk organik padat (kompos). Padahal agar dapat memberikan manfaat yang maksimal, maka hasil sampingan pemeliharaan ternak sapi tersebut harus diproses sebelum dipergunakan sebagai pupuk. Umumnya proses pengolahan dimaksud terdiri dari dua kelompok, yakni pengolahan secara terbuka dan tertutup. Pada kegiatan ini telah dilakukan pengolahan feses sapi untuk digunakan sebagai pupuk organik untuk digunakan langsung oleh petani. Untuk itu, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kemandirian petani dalam memenuhi kebutuhan sendiri untuk berbagai keperluan dalam pertanian.Kata kunci: pupuk, kompos, sapi, urea molases blok (UMB)
Copyrights © 2019