Artikel ini akan membahas mengenai semantik-‘irfânĭ sebagai model penafsiran sufistik. Model tafsir ini telah menjadi tradisi tersendiri di kalangan ulama tasawuf ketika mereka ingin menafsirkan teks secara batini (tafsir mistik).Ulama tasawuf dalam pengertian ini adalah mereka yang memiliki dua kemampuan yaitu kemampuan diskursif dan kemampuan iluminatif. Kemampuan diskursif biasanya didapat dengan belajar dan melakukan olah pikir. Sedangkan kemampuan iluminatif adalah kemampuan yang didapat melalui proses perjalanan suluk (melalui proses penyucian jiwa) dan riyâdhah (atau latihan spiritual). Dengan kedua metode ini, kaum sufi kemudian mencoba menggkaji dan membahasakan makna-makna rahasia teks suci Al-Qur’an yang dalam kajian ini disebut sebagai metode semantik-’irfânĭ.
Copyrights © 2019